PEMBERIAN OBAT

NOMENKLATUR & BENTUK OBAT

  • Obat atau medikasi adalah zat yg digunakan dalam diagnosis, terapi, penyembuhan, penurunan atau pencegahan penyakit.

  • Nama

Sebuah obat dpt m’miliki empat nama yg berbeda

  • Nama kimia

M’beri gambaran pasti komposisi obat.

Ex : Asetilsalisilat      –     Aspirin

  • Nama Generik

Diberikan oleh pabrik yg pertama kali m’produksi  obat  tsb sblm m’dapatkan izin.

Ex : Aspirin & Verapamil Hidroklorida

  • Nama dagang, nama merek / nama pabrik

Nama yg digunakan pabrik dlm memasarkan obat.

Ex : – Aspirin          Bufferin

- Verapamil Hidroklorida  Calan & Isoptin

  • Bentuk obat
    • Bentuk obat menentukan rute pemberian obat.

Mis. Kapsul           diberika per oral

Larutan            diberikan per intra vena.

  • Komposisi obat dibuat utk meningkatkan absorbsi & metabolisme didlm tubuh.
  • Bentuk obat t’sedia dlm bbrp bentuk, mis. Tablet, kapsul, eliksir & supositoria.

UNDANG-UNDANG & STANDAR OBAT

—  Di kanada, British Pharmacopoeia (BP) menetapkan standar:

  1. Kemurnian
  2. Potensi
  3. Bioavailability
  4. Kemanjuran
  5. Keamanan

SIFAT KERJA OBAT

  • Obat bekerja menghasilkan efek terapeutik yg bermanfaat.
  • Sebuah obat tdk menciptakan suatu fungsi di dlm jaringan ttp mengubah fungsi fisiologis.
  • Obat dpt melindungi sel dari pengaruh agens kimia lain, meningkatkan fungsi sel or mempercepat / memperlambat proses kerja sel.
  • Obat dpt menggantikan zat tubuh yg hilang ex. insulin, hormon, tiroid, or estrogen.

EFEK OBAT

  1. Efek Terapeutik

1. Paliative

Mengurangi gejala penyakit ttp tdk b’pengaruh  thdp penyakit itu sendiri

ex: Morphin sulfat or Aspirin utk nyeri

2. Curative

Menyembuhkan kondisi or suatu penyakit

ssex: Penicilline utk infeksi

3. Supportive

Mendukung fungsi tubuh sampai penatalaksaan lain or respon tubuh ditangani

ex: Norepinephrine Bitartrate utk tekanan darah rendah & aspirin utk suhu tubuh tinggi.

4. Substitutive

Menggantikan cairan or substansi yg ada dlm tubuh

ex: Thyroxine utk hyperthryroidism, insulin utk  diabetes mellitus

5. Chemoterapeutik

Merusak sel-sel maligna

ex: Busulfan utk leukemia

6. Restorative

Mengembalikan kesehatan tubuh

ex: vitamin & suplement mineral

  1. Efek samping atau efek sekunder atau efek yg tdk diharapkan dari suatu obat

ex: digitalis utk meningkatkan kekuatan kontraksi myocardium dpt menimbulkan nausea & vomitus.

  1. Toksisitas obat

Pengaruh obat yg berlebihan pada suatu organisme or jaringan, disebabkan krn overdosis, gangguan metabolisme or eksresi obat

ex: terjadinya depresi pada pernafasan krn akumulasi morphine sulfat

  1. Alergi obat

Suatu reaksi imunologi thdp obat. Tanda & gejala yg sering muncul adalah kemerahan pada kulit, pruritus, angioedema, rhinitis, mengeluarkan air mata, nausea, vomitus, wheezing, dyspnea serta diare.

  1. Toleransi obat

seseorang yg mempunyai toleransi respon yg rendah thdp suatu obat shg dosis obat tsb hrs ditingkatkan utk mendapatkan efek terapeutik.

  1. Efek idiosyncratic

Suatu efek yg tdk diharapkan or tdk biasanya bisa berupa respon yg rendah or respon yg berlebihan thdp obat.

  1. Interaksi obat

Suatu obat yg diberikan sebelum, bersamaan or setelah suatu obat diberikan & menimbulkan efek kedua-duanya.

  1. Latrogenic disease

Penyakit yg disebabkan oleh pemberian obat yg tidak tepat

ex: malformasi pada janin krn pemberian obat  selama hamil.

Farmakokinetik adalah suatu ilmu tentang cara obat  masuk kedalam tubuh, mencapai tempat kerjanya, dimetabolisme & keluar dari tubuh.

  • Absorbsi

Suatu proses dimana obat memasuki aliran darah. Absorbsi merupakan langkah pertama            obat msk ke dlm tubuh. Absorbsi tergantung  dari cara pemberian obat.

Faktor2 yg mempengaruhi absorbsi obat adalah :

    • Makanan
    • Kadar asam lambung
    • Rute / cara pemberian obat
    • Ada / tidaknya pemberian

obat2 lain.

  1. Distribusi

Proses transformasi dari tempat absorbsi ke tempat aksi. Pada saat masuk ke dalam pembuluh darah maka dibawa ke organ ; hati, ginjal & otak.

Area tubuh yg suplai darahnya rendah maka akan mendapatkan suplai obat lbh lambat.

  1. Biotransformasi

Disebut jg detoksifikasi yaitu suatu proses dimana obat di konversi ke bentuk yg kurang aktif. Sebagian besar terjadi dihati dimana enzim2 hati melakukan detoksifikasi. Produk dari proses ini disebut metabolik.

  1. Eksresi

Suatu proses dimana metabolik dikeluarkan dari tubuh. Sebagian besar dilakukan melalui ginjal & ada jg melalui feses, pernafasan, keringat, saliva & air susu.

FAKTOR2 YG MEMPENGARUHI AKSI OBAT

  1. Umur

Anak & bayi serta lansia mempunyai responsive yg lbh tinggi thdp obat shg diberikan dosis yg lbh rendah.

  1. Berat badan
  2. Jenis kelamin

Respon obat dipengaruhi oleh kandungan lemak, air serta hormonal. Berat badan wanita lbh kurang dibandingkan laki2 & wanita mempunyai lemak serta kadar air yg lebih banyak shg bbrp obat cepat diabsorbsi pada wanita.

  1. Faktor genetik
  2. Faktor psychologis

Reaksi obat yg dirasakan tergantung dari kepercayaan thdp obat tsb.

  1. Sakit & penyakit

Obat2an berhubungan dgn sirkulasi hati & funsi ginjal.

  1. Waktu pemberian

Pemberian secara oral lbh cepat diserap jika lambung sedang kosong.

  1. Lingkungan

Berhubungan dgn perilaku yg ditampilkan

& mood pasien.

  1. Etnis & kebudayaan

PEMBERIAN OBAT ( 6 BENAR )

  1. Benar klien
  2. Benar obat
  3. Benar cara
  4. Benar waktu
  5. Benar dosis
  6. Benar pendokumentasian

KESALAHAN PENGOBATAN

Kesalahan pengobatan adalah suatu kejadian yg dapat membuat klien  menerima obat yg salah or tidak mendapat terapi obat yg tepat (Edgar, Lee, Cousins, 1994)

Cara mencegah kesalahan pemberian obat :

    1. Baca label obat dgn teliti
    2. Waspadai obat2an bernama sama
    3. Cermati angka di belakang koma
    4. Pertanyakan peningkatan dosis yg tiba2 & berlebihan
    5. Konsultasikan kepada sumbernya jika suatu obat baru or obat yg tidak lazim diprogramkan.
    6. Jangan beri obat yg diprogramkan dgn nama pendek or singkatan tidak resmi
    7. Jangan berupaya mengartikan tulisan yg tidak dapat dibaca
    8. Minta klien menyebutkan nama lengkapnya. Cermati nama yg tertera pada tanda pengenal.

PERTIMBANGAN KHUSUS PEMBERIAN OBAT

  1. Bayi dan Anak
    • Usia, BB, area permukaan tubuh & kemampuan mengabsorbsi, memetabolisasi & mengeksresi obat pada anak2 berbeda-beda.
    • Dosis utk anak lbh rendah daripada dosis pada orang dewasa shg perhatian khusus perlu diberikan dlm menyiapkan obat utk anak.
  2. Lansia
    • Pemberian obat pada lansia jg membutuhkan pertimbangan khusus, disamping perubahan fisiologis penuaan, faktor tingkah laku & ekonomi jg mempengaruhi penggunaan obat pada lansia.
    • Perawat yg memberi obat kepada lansia harus mencermati 5 pola penggunaan obat oleh klien lansia sebagaimana yg diidentifikasi Ebersole & Hess (1994) :
  1. Polifarmasi

Klien menggunakan banyak obat, yg  diprogramkan or tidak, sebagai upaya                                                  mengatasi bbrp gangguan secara bersamaan.

  1. Meresepkan obat sendiri

Berbagai gejala dapat dialami oleh klien  lansia,misalnya nyeri, konstipasi, insomnia &                     ketidakmampuan mencerna.

  1. Obat yg dijual bebas

Obat yg dijual bebas digunakan oleh 75 % lansia utk meredakan gejala.

  1. Penggunaan obat yg salah

Berlebihan, Penggunaan yg kurang, Penggunaan yg tidak teratur & penggunaan                              yg dikontraindikasikan.

  1. Ketidakpatuhan

Penggunaan obat yg salah secara disengaja.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 535 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: