Beranda > KEPERAWATAN > EKSPERIMEN FARMAKOLOGI ASAM URAT

EKSPERIMEN FARMAKOLOGI ASAM URAT


Quantcast

Berhati-hatilah bagi teman-teman yang sedang melakukan penelitian farmakologi tentang asam urat dengan menggunakan KBrO3 sebagai penginduksi dengan hewan percobaan tikus. Besar kemungkinan anda akan dibuat pusing oleh data hasil penelitian. Karena terjadi fluktuasi kadar asam urat pada darah tikus yang sangat drastis.

Hal ini terjadi karena tikus memiliki enzim uricase yang akan menetralkan asam urat dalam tubuhnya, meskipun sudah diinduksi dengan KBrO3. Bukankah kita tak pernah mendengar tikus-tikus mengeluh sakit asam urat (apakah semua rodensia bersifat sama seperti ini?buat kita-kita yang malas baca buku, yuk mari kita tanya sama Mbah Google atau Mbah Wiki!).

Fluktuasi kadar asam urat tikus yang sangat drastis akan membuat kita kesulitan pada saat menginterpretasi dan mengambil kesimpulan dari analisis secara statistik dan menilai kebermaknaannya secara klinis. Sehingga membuat pandangan mata kabur, buram serta pikiran menjadi kelabu seolah langit runtuh (gdubraak…!).

Sebagai penginduksi asam urat, KBrO3 bekerja dengan cara merusak ginjal hewan percobaan secara permanen. Kerusakan pada ginjal mengakibatkan gangguan eksresi asam urat, sehingga kadar asam urat dalam darah meningkat (buat yang mau lampus diri, silakan klen pertimbangkan zat ini! dan selamat menderita!).

Permasalahannya, beberapa spesies hewan-hewan percobaan yang biasa digunakan pada eksperimen farmakologi memiliki kadar asam urat dalam darah dan eksresi asam urat yang rendah. Karena beberapa spesies hewan tersebut memiliki enzim uricase yang akan memetabolisme asam urat menjadi alantoin.

Oleh karena itu penginduksi yang kita gunakan pada hewan percobaan seyogyanya adalah penginduksi yang mampu menghambat kerja dari enzim uricase.

Kita dapat menggunakan alantoksanamid 250 mg/kg yang selain menghambat kerja enzim uricase juga dapat merangsang sintesis asam urat secara endogen. Atau dapat juga menggunakan kalium oksonat yang juga penghambat enzim uricase ditambah pemberian makanan pada hewan percobaan yang ditambahkan fruktosa 5%, asam urat 3%, potasium oksonat 2% dan pemanis buatan 0,001%. Air minum yang hewan percobaan juga diberikan kalium oksonat konsentrasi 0,5%.

Kalau tetap juga memaksa menggunakan penginduksi KBrO3 carilah hewan percobaan yang tidak memiliki enzim uricase atau memiliki enzim uricase tapi masih dapat dipertimbangkan kemungkinan untuk digunakan (ada dipikiran tapi la terkataken!). Pilihannya (dari yang paling mahal nih!) ada primata (monyet/simpanse), spesies ini memiliki sistem regulasi asam urat yang berbeda dengan hewan uji lainnya yaitu tidak memiliki enzim uricase dan paling memiliki kemiripan dengan sistem metabolisme asam urat pada manusia (tentu perlu mengurus perizinan yang rumit dari instansi pemerintah, ini kan hewan yang dilindungi dan biayanya selangit bos!..para peneliti kulon aja yang biaya penelitiannya banyak, mikir-mikir dulu, apalagi kita!); dapat juga kita menggunakan anjing Dalmatian, hewan ini memiliki pengecualian dengan hewan uji lain karena eksresi asam urat tinggi tetapi kadar plasma asam uratnya tetap tinggi (ini juga harganya mahal karena breeding-nya dilakukan untuk tujuan komersil sebagai anjing peliharaan dan dikhawatirkan dari segi silsilah keturunan sudah tidak homozigot lagi); atau paket pilihan yang ekonomis untuk mahasiswa, menggunakan ayam sebagai hewan percobaan (bisa dipotong buat makan-makan, kalau penelitian sudah selesai!).

Hampir lupa!. Sebagai obat standar dalam percobaan-percobaan tersebut tetap digunakan alopurinol atau probenesid. Analisisnya datanya dilakukan dengan meng-compare means-nya dengan kelompok zat uji dan kelompok kontrol.

Kategori:KEPERAWATAN
  1. Oktober 28, 2014 pukul 11:49 am

    Malam~ saya lagi cari” tentang kalium oksonat buat keperluan penelitian dan kebetulan saya nemu blog ini, boleh saya tahu alantoksanamid itu nama lainnya apa atau bahasa inggrisnya apa? makasih ya🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: